Browsing2 di hari libur ternyata lumayan refreshing juga..dapet ilham dari artikel di mashable.com, dimana ada posting dari penulis tamunya. Menurut gw sih bagus banget buat kita2 yang lagi pengen bangun atau mulai sebuah perusahaan web/online dan mencari team yang tepat. Sebelum membahas mengenai 7 dasar pemikiran tersebut, mungkin ada suatu pertanyaan yang harus kita jawab terlebih dahulu. Kenapa kita ingin membangun sebuah team? Menurut penulis tamu, Michael Cerda dari cerdafied.typepad.com, ada 4 alasan kenapa kita ingin membangun sebuah team, antara lain:
1. Untuk menghimpun dana lebih
2. Supaya isi di halaman “ABOUT” lebih berbobot
3. Untuk merealisasikan konsep usaha
4. Untuk membantu lo lebih fokus pada konsep secara keseluruhan
Jika jawaban lo adalah no 3 berarti you’re right! Kenapa jawaban ini yang paling tepat? karena jika no 3 tersebut sudah terpenuhi, berarti no 1, 2, dan 4 akan terpenuhi dengan sendirinya. Kita pada dasarnya butuh orang2 di dalam team yang bisa menjalankan/mengeksekusi konsep bisnis kita. Karena jika tidak direalisasikan akan menjadi konsep dan mimpi yang akan terus menjadi mimpi dan mimpi…hehehehe…
Nah, enough for that theory!, sekarang the fun part, bagaimana sih cara mencari team yang baik dan tepat sebelum kita memulai usaha kita itu, penulis tamu dari mashable.com itu membeberkan trik2nya sebagai berikut:
1. Hire People like DNA
Apapula itu maksudnya, hehehe…apa yg bisa gw simpulkan sih kurang lebih adalah kita harus mencari orang2 yang 1 visi dengan kita, 1 mimpi dengan kita, tetapi dengan kemampuan yang berbeda dari kita. Jadi bukan berdasarkan “personalities”nya dia, tetapi berdasarkan “Passion” yang sama dan skill yang berbeda dari kita.
2. Too many Chiefs
Jangan menarik terlalu banyak orang2 di posisi eksekutif. Jabatan eksekutif bukanlah selalu suatu yang harus kita cari. Orang yang pertama kita tarik belum tentu menjadi bagian dari eksekutif, tetapi itu semua tergantung dari besar kecilnya usaha yang akan kita bangun. “founder” juga belum tentu memegang jabatan Direktur. Dan ingat, “Founder” itu bukan jabatan, jadi hindari memiliki anggapan bahwa founder adalah jabatan.
3. Build a low fat company
Low fat jadi inget Susu heheheh…Back to the topic! Jangan melakukan perekrutan karyawan yang terlalu banyak jika bisnis tersebut belum jelas betul. Temukan dulu titik jelas dari bisnis tersebut, strategi, dan rencana matangnya, baru melakukan perekrutan secara perlahan-lahan tapi pasti. Semakin banyak orang, akan semakin banyak emosi di dalamnya. Emosi bukan berarti marah2 tetapi lebih ke arah perasaann, dll. Dengan perlahan-lahan dan sesuai dengan kondisi perusahaan, maka kita akan jauh lebih mudah dan cepat dan tepat dalam menentukan suatu keputusan. Kita harus mengerti bahwa di dalam fase2 awal perusahaan, suatu keberhasilan kecil sangat berarti bagi masa depan dari perusahaan.
4. Be scrappy and hire scrappy
Maksudnya disini adalah mencari orang-orang yang mau dan berani mencoba walaupun selalu ada resiko. Mereka tidak perlu membaca buku manual dulu untuk mencoba sesuatu hal. Intinya, hire orang2 yang mau “learning by doing”!!
5. Can you feel it?
Apakah punya “chemistry” yang sama? Ini adalah hal yang penting yang harus dimiliki orang2 tersebut. Kita harus dapat dan mau untuk duduk dan makan/minum bersama dengan orang2 di team kita. Jangan sampai keterusan dan masuk ke kehidupan pribadinya. Kita harus pintar2 membagi dan membedakan hal2 tersebut sehingga “chemistry” di dalam team tetap terjaga.
6. Hire in tribes
Jika kita dapat menemukan orang2 yang pernah sukses bersama, jgn pisahkan mereka! Justru, sebisa mungkin kita hire mereka. Jangan hanya merekrut salah satu dari mereka saja, kesuksesan yang pernah mereka gapai tersebut tidak akan terulang kembali jika dipasangkan dengan orang lain yang baru.
7. Don’t hire / Partner with our friend
Pastikan dulu bahwa jika berpartner atau merekrut teman sendiri, mereka memiliki visi dan misi yang sama dengan kita. Jika tidak, hubungan pertemanan akan menjadi taruhan dikemudian hari.
